|
Dikisahkan, ada sebuah keluarga besar. Kakek dan nenek mereka merupakan pasangan suami istri yang tampak serasi dan selalu harmonis satu sama lain. Suatu hari, saat berkumpul bersama, si cucu bertanya kepada mereka berdua, "Kakek nenek, tolong beritahu kepada kami resep akur dan cara kakek dan nenek mempertahan cinta selama ini agar kami yang muda-muda bisa belajar." Mendengar pertanyaan itu, sesaat kakek dan nenek beradu pandang sambil saling melempar senyum. Dari tatapan keduanya, terpancar rasa kasih yang mendalam di antara mereka. "Aha, nenek yang akan bercerita dan menjawab pertanyaan kalian," kata kakek. Sambil menerawang ke masa lalu, nenek pun memulai kisahnya. "Ini pengalaman kakek dan nenek yang tak mungkin terlupakan dan rasanya perlu kalian dengar dengan baik. Suatu hari, kami berdua terlibat obrolan tentang sebuah artikel di majalah yang berjudul ‘bagaimana memperkuat tali pernikahan'. Di sana dituliskan, masing-masing dari kita diminta mencatat hal-hal yang kurang disukai dari pasangan kita. Kemudian, dibahas cara untuk mengubahnya agar ikatan tali pernikahan bisa lebih kuat dan bahagia. Nah, malam itu, kami sepakat berpisah kamar dan mencatat apa saja yang tidak disukai. Esoknya, selesai sarapan, nenek memulai lebih dulu membacakan daftar dosa kakekmu sepanjang kurang lebih tiga halaman. Kalau dipikir-pikir, ternyata banyak juga, dan herannya lagi, sebegitu banyak yang tidak disukai, tetapi tetap saja kakek kalian menjadi suami tercinta nenekmu ini," kata nenek sambil tertawa. Mata tuanya tampak berkaca-kaca mengenang kembali saat itu. Lalu nenek melanjutkan, "Nenek membacanya hingga selesai dan kelelahan. Dan, sekarang gilira
|
|
Menjadi yang pertama untuk berbuat kebaikan!!!
|
Menengok dari kisah sekumpulan tikus yang kebingungan untuk berlari dari kucing yang ingin memangsa mereka. Di adakanlah rapat besar antara tikus-tikus yang ada. Kemudian sang pemimpin dari tikus tersebut mempunyai ide.
Pemimpin tikus : “ saya punya ide, bagaimana kalu kita memberikan lonceng di leher sang kucing? Jadi dengan begitu kita bisa segera berlari jikalau Kucing mendekati kita karena suara loncengnya sudah terdengar.”
Rakyat tikus : “ ya, sepakat “ (dengan serempak mereka menjawab)
tak lama kemudian sang pemimpin tadi kembali berujar : “ siapa yang mau memasangkan lonceng itu ke leher sang Kucing???”
semua tikus langsung diam dan tak bersuara…
%%%
|
|
Karakteristik Dakwah
Selasa, 30 Desember 2008
Oleh Akh Vika Yugi
“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, “Sungguh, aku termasuk orang-orang Muslim (yang berserah diri)?” QS. Fushshilat:33
Tidak harus melalui lembaga dakwah seperti SKI, karena lembaga tersebut hanya sebagai sarana untuk mempermudah dalam berdakwah. Secara pribadi pun kita juga bisa mengajak orang lain untuk berbuat baik, seperti contohnya mengajak teman untuk sholat tepat waktu. Kita juga harus bisa mengkondisikan diri kita, jangan hanya menanamkan nilai-nilai keislaman di lembaga dakwah saja, tetapi jika sudah diluar malah jauh dari ajaran islam.
3 hal yang harus diperhatikan dalam berdakwah :
1. Ilmu tentang Islam
Tidak mungkin kita mengajarkan jika kita tidak punya ilmu. Tetapi sekelas Syekh dan Ustad pun ilmu yang dimilikinya belum sempurna, kecuali Allah SWT. Tidak ada yang bisa menandingi ilmu-Nya. Jangan menunggu ilmu keIslaman kita baik, berjalanlah secara beriringan berdakwah sambil belajar.
2.
|
|
|